Tuesday, 2 October 2012

JR East 103 & 203

Sumber: flickr.com

KRL JR 103 merupakan KRL tertua yang dimiliki Jepang (pada saat itu) pertama kali dibuat pada tahun 1965. Beberapa kali JR 103 mengalami perubahan secara fisik. Indonesia membeli kereta ini untuk melayani beberapa rute Jabotabek. Mulanya digunakan untuk layanan Bojonggede Ekspres dan Depok Ekspres. Namun, akibat bertambahnya penumpang, KRL ini pun diganti dengan unit Tōkyū yang memiliki 8 gerbong, KRL ini pun kini difungsikan di rute Tangerang yang jumlah penumpangnya tidak terlalu banyak. Selain itu, KRL ini berada di bawah alokasi depo Depok, dan dioperasikan untuk layanan Ekonomi AC Depok. KRL ini masing-masing rangkaiannya terdiri dari 4 gerbong (1 set), dan menjadi salah satu rangkaian KRL dengan AC terdingin di Jabodetabek. Namun saat ini 1 rangkaian terdiri dari 2 set KRL sehingga 1 rangkaian terdapat 8 gerbong.

Rangkaian

Unit yang masuk ke Indonesia sebanyak 4 set, masing-masing dengan 4 gerbong. Rincian:
  • 103-815F (103-815,103-752,102-2009,103-822)
  • 103-105F (103-105,102-231,103-246,103-359)
  • 103-597F (103-597,103-654,102-810,103-632)
  • 103-153F (103-153,102-321,103-210,103-384)
Namun, itu semua tergantung daripada PT KCJ, susunan rangkaian dapat saja berbeda.

Sumber: wikipedia.com
_______________________________________________________________________________________________

 sumber: charleskkb.blogspot.com

JR East 203 series (203系) adalah jenis KRL yang diperkenalkan tahun 1982 oleh Japanese National Railways dan lalu dioperasikan oleh East Japan Railway Company di Jalur Joban dan terusannya yaitu Jalur Tokyo Metro Chiyoda. KRL ini tidak beroperasi di jalur Odakyu karena ketidakcocokan sistem keamanan.
Pada akhir Juli 2011, sebanyak 5 set JR 203 (MaTo 51, 52, 66, 68, 69) dikirim ke Indonesia dan 4 set (MaTo 53, 54, 55, 67) ke Filipina melalui pelabuhan Niigata. KRL ini dihibahkan oleh JR East karena sudah tidak dioperasikan lagi.

Di Indonesia, KRL ini hanya dioperasikan sepanjang 8 kereta per set karena tidak memadainya panjang peron dengan cara melepas kereta 5 dan 6. Rincian rangkaiannya adalah sebagai berikut:


















Untuk rangkaian yang tiba di Filipina, Philippine National Railways berencana akan menjalankan KRL ini dengan ditarik oleh lokomotif mengingat belum tersedianya jaringan listrik aliran atas pada lintas Tutuban-Bicol tempat di mana KRL ini akan dioperasikan.

Rincian Rangkaian yang Tiba di Indonesia

  1. MaTo 51/203-51F: 202-1 - 202-3 - 203-3 - 203-2 - 203-1 - 202-1 - 203-1 - 203-1 (202-2 dan 203-2 dilepas)
  2. MaTo 52/203-52F: 202-2 - 202-6 - 203-6 - 203-4 - 203-3 - 202-4 - 203-4 - 203-2 (202-5 dan 203-5 dilepas)
  3. MaTo 66/203-66F: 202-106 - 202-118 - 203-118 - 203-112 - 203-111 - 202-116 - 203-116 - 203-106 (202-117 dan 203-117 dilepas)
  4. MaTo 68/203-68F: 202-108 - 202-124 - 203-124 - 203-116 - 203-115 - 202-122 - 203-122 - 203-108 (202-123 dan 203-123 dilepas)
  5. MaTo 69/203-69F: 202-109 - 202-127 - 203-127 - 203-118 - 203-117 - 202-125 - 203-125 - 203-109 (202-126 dan 203-126 dilepas)

Rincian Rangkaian yang Tiba di Filipina

  1. MaTo 53/203-53F: 202-3 - 202-9 - 203-9 - 202-6 - 203-8 - 203-8 - 203-5 - 202-7 - 203-7 - 203-3
  2. MaTo 54/203-54F: 202-4 - 202-12 - 203-12 - 202-8 - 203-11 - 203-11 - 203-7 - 202-10 - 203-10 - 203-4
  3. MaTo 55/203-55F: 202-5 - 202-15 - 203-15 - 203-10 - 202-14 - 203-14 - 203-9 - 202-13 - 203-13 - 203-5
  4. MaTo 67/203-67F: 202-107 - 202-121 - 203-121 - 203-114 - 202-120 - 203-120 - 203-113 - 202-119 - 203-119 - 203-107