Selasa, 30 Oktober 2012

Tugas Sekolah

Daftar website yang loadingnya lambat

nama web|tema web

www.tasikisme.com|internet
www.ocemy.com |add-ons game simulator
http://www.kordkita.web.id/|chord guitar
http://thedomainfo.com/|IT
http://www.giant-computer.com/|penjualan PC
http://www.voaindonesia.com/|berita
http://www.indonesia.go.id/|tentang negara Indonesia
http://www.nasa.gov/|tentang Antariksa
http://www.kereta-api.co.id/| Kereta Api Indonesia
id.yahoo.com| mesin pencari(kadang lama)

Daftar website dengan design animasi terbanyak

- Menjelma.com
- Alamcheater.blogspot.com
- www.cheat-afrix.com
- infokuh.blogspot.com
- remix-7.blogspot.com/

Rabu, 24 Oktober 2012

CC 205 & 300

CC 205
CC205

Lokomotif CC205 adalah lokomotif terbaru PT Kereta Api (Persero) buatan General Motors, Ontario, Kanada. Lokomotif CC205 adalah lokomotif terberat Kedua setelah CC 202 di Indonesia yaitu 108 ton. Lokomotif ini dibeli untuk menggantikan beberapa tugas lokomotif CC 202 yang sudah berumur. Dalam hal ini 4 lokomotif CC 202 bisa diganti dengan 2 lokomotif CC 205 Lokomotif ini tiba di Indonesia tepatnya di Provinsi Lampung tanggal 26 September 2011, karena lokomotif ini hanya di khususkan untuk menarik rangkaian kereta pengangkut batubara (Babaranjang) di Divre III Sumatera Selatan.Lokomotif CC205 saat ini menjadi lokomotif berteknologi paling modern di Indonesia.
Lokomotif ini memiliki nomor seri EMD GT38ACe. Artinya adalah: EMD GT38ACe : - G : General Purpose (Untuk segala keperluan) - T : Turbocharger (Dengan turbocharger) - 38 : mesin EMD 710 - 8 silinder (dengan tenaga bisa sampai 3000 HP) - AC : Motor traksi sistem AC-AC
Dengan menggunakan mesin diesel bertipe 8-710G3A , dengan jenis mesin 2 langkah (2 tak)dengan 8 silinder yang sudah dimodifikasi , sehingga tingkat emisi gas buang lebih rendah. Menggunakan sistem rem 26L air brake system.

Sistem Kerja

Menggunakan sistem operasi berbasis microprocessor tipe EM2000 yang mengendalikan seluruh fungsi sistem kerja lokomotif. Pengendalian semua komponen yang merupakan subsistem, seperti Motor Diesel, alternator, motor traksi, kompresor, dst. Semua fungsi dan kerja akan direkam dan dapat didownload ke laptop. Sistem juga dapat melakukan self diagnostic bila terjadi gangguan pada lokomotif yang akan direkam dan dapat ditampilkan pada layar monitor, sehingga dapat diketahui penyebab gangguannya.

Mesin Terbaru

Mesin yang digunakan CC205 adalah tipe mesin terbaru dan terbaik buatan EMD Canada dengan tipe 8-710G3A. Mesin ini adalah jenis mesin yang sama digunakan di lokomotif jenis SD60 series, SD70 series, SD80 series, dan SD9043MAC. Mesin ini berbeda dari mesin EMD 567C, EMD 645E, dan juga GE 7FDL-8 karena mesin ini menggunakan teknologi terbaru sehingga membuat mesinnya rendah polusi dan kebisingan. Lokomotif ini bisa menarik lebih dari 30 gerbong.

Courtesy: wikipedia
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
CC 300

Lokomotif CC300 merupakan salah satu seri lokomotif yang berada di Indonesia. Lokomotif ini dibuat oleh PT INKA desain dan integrasi sistemnya murni hasil pemikiran engineer Indonesia.
Lokomotif CC300 saat menjalani test run
 
Lokomotif ini mempunyai panjang 19 m, lebar 2,642 m dan berat sekitar 90 ton. Kecepatan maksimalnya adalah 120 km/jam, power outputnya adalah 2500 HP dan memiliki traksi effort sebesar 270 KN untuk starting. Mesinnya memakai mesin diesel Caterpillar dengan transmisi dari Voith. Sistem pengereman memakai produk Wabtec, master controller memakai produk Woojin dari Korea Selatan, juga dilengkapi dengan genset C15 dari Caterpilar sehingga tidak memerlukan kereta pembangkit jika menarik rangkaian kereta penumpang.
Saat ini sudah ada 3 lokomotif CC300 yang dibuat oleh PT INKA dan sedang menjalani test run di pabrik INKA. Direncanakan lokomotif ini akan ditempatkan di beberapa dipo lokomotif yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Courtesy: wikipedia

Lokomotif Indonesia

Lokomotif Indonesia

1. BB204 

 

Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1230HP,di Indonesia sejak 1981 dan kecepatan maksimumnya 60km/jam.
Lokomotif ini terdapat di Divisi Regional II SumBar yang relnya bergigi.

2. CC202 

 

lokomotif buatan General Motors Kanada ini merupakan lokomotif terberat di Indonesia yaitu 108 ton. Lokomotif ini mempunyai spesifikasi teknik dan karakteristik khusus untuk menarik kereta api barang. Lokomotif ini hanya terdapat di Sumatra Selatan untuk melayani kereta api pengangkut batu bara. Lokomotif ini berdaya mesin 2250HP

3. CC201 

 

Lokomotif CC 201 adalah lokomotif buatan General Electric. Memiliki Daya Mesin 1950 HP.

4. CC200 

 

LOKOMOTIF CC 200 merupakan lokomotif diesel pertama yang dipesan pemerintah Indonesia dari General Electric Amerika Serikat awal 1950-an,dan memiliki tenaga 1750Hp

5. D300 

 

Lokomotif D 300 adalah lokomotif diesel hidrolik buatan pabrik Fried Krupp, Jerman. Lokomotif ini mulai dinas sejak 1968.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 340HP. Lokomotif ini biasa digunakan untuk langsir kereta penumpang ataupun kereta barang. Lokomotif ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum 50 km/jam.

6. D301 

 

Lokomotif D 301 adalah lokomotif diesel hidrolik buatan pabrik Fried Krupp, Jerman. Lokomotif ini mulai dinas sejak 1962. Lokomotif ini merupakan tipe kedua setelah D300.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 340 HP.

7. BB306 

 

Lokomotif BB 306 adalah lokomotif diesel hidrolik yang dipunyai oleh Dipo Kereta-kereta Besar di Jakarta Kota. Loko ini kerap digunakan untuk melangsir kereta penumpang yang akan diberangkatkan dari Stasiun Jakarta Kota (JAKK). Lokomotif ini sering digunakan pada tahun 80-an hingga 90-an, sejak datangnya era KRL, loko ini mulai terlupakan dan kebanyakan rusak termakan usia dan kurang suku cadang.

8. BB305 (Jenbach) 

 

Lokomotif BB 305 adalah lokomotif diesel hidrolik buatan pabrik Jenbacher, Austria. Lokomotif ini mulai dinas sejak 1978.
Lokomotif ini hanya memiliki satu kabin masinis.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1550 HP dan dapat berjalan dengan kecepatan maksimum 120 km/jam.

9. BB305 (CFD) 

Lokomotif BB 305 adalah lokomotif diesel hidrolik generasi keenam yang dimiliki oleh PT Kereta Api. Lokomotif ini diproduksi di pabriknya CFD, Perancis. Lokomotif ini mulai dinas sejak 1978.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1550HP. Lokomotif ini biasa digunakan untuk dinasan kereta barang

10. BB304 

 

Lokomotif BB 304 adalah lokomotif diesel hidrolik buatan pabrik Fried Krupp, Jerman. Lokomotif ini mulai dinas sejak 1976. Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1550 HP. Lokomotif ini biasa digunakan untuk dinasan kereta penumpang ataupun kereta barang. Lokomotif ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum yaitu 120 km/jam

11. BB303 

 

Lokomotif BB 303 adalah lokomotif diesel hidrolik buatan pabrik Henschell, Jerman. Lokomotif ini mulai dinas sejak 1973.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1010 HP. Lokomotif ini biasa digunakan untuk dinasan kereta penumpang ataupun kereta barang. Lokomotif ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum yaitu 90 km/jam

12. BB301 

 

adalah lokomotif diesel hidrolik buatan pabrik Fried Krupp, Jerman. Lokomotif ini mulai dinas sejak 1964 sebanyak 10 buah.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1350 HP dengan berat lokomotif sebesar 52 ton. Lokomotif ini biasa digunakan untuk langsir kereta penumpang ataupun kereta barang. Lokomotif ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum 120 km/jam.

13. BB300 

 

Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 680 HP. Lokomotif ini biasa digunakan untuk langsir kereta penumpang ataupun kereta barang. Lokomotif ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum yaitu 75 km/jam, buatan pabrik Fried Krupp, Jerman. Lokomotif ini mulai dinas sejak 1958.

14. BB203 

  
 
membedakan adalah susunan gandarnya. Jika lokomotif CC201 bergandar Co'-Co' dimana setiap bogienya memiliki tiga gandar penggerak, lokomotif BB203 bergandar (A1A)(A1A), dimana setiap bogienya juga memiliki tiga gandar, tetapi hanya dua gandar dalam setiap bogienya yang digunakan sebagai gandar penggerak.

15. BB202 

 

Lokomotif BB 202 buatan General Motors adalah lokomotif diesel elektrik tipe ketiga dengan transmisi daya DC - DC yang mulai beroperasi sejak tahun 70-an. Lokomotif ini berebeda dengan lokomotif BB200 dan BB201 ataupun lokomotif diesel elektrik lain, lokomotif yang mempunyai satu kabin masinis ini tidak memiliki hidung.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1100 HP.

16. BB201 
 
 

Lokomotif BB 201 buatan General Motors adalah lokomotif diesel elektrik tipe kedua dengan transmisi daya DC - DC yang sudah dioperasikan sejak tahun 1964.
Lokomotif ini berdaya 1425 HP.

17. BB200 

 

Lokomotif BB 200 buatan General Motors adalah lokomotif diesel elektrik tipe pertama dengan transmisi daya DC - DC yang sudah digunakan di Jawa sejak tahun 1957.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 950 HP dengan susunan gandar lokomotif ini adalah (A1A).Hal ini dibuat agar tekanan gandarnya rendah, karena berat lokomotif ini sebesar 75 ton.
Kecepatan maksimum 110km/jam.

18. CC203 

 

Lokomotif CC 203 buatan General Electric seri U20C merupakan pengembangan desain dari lokomotif CC201,yaitu pada bentuk kabin masinis ujung pendek yang aerodinamis,serta diperlebar untuk kenyamanan dan mengurangi penumpang liar.
Yang membedakan adalah lokomotif CC203 menggunakan motor diesel dengan dua tingkat turbocharger sehingga dayanya 2150HP.

19. CC204 

 
 
Lokomotif CC 204 adalah salah satu jenis lokomotif yang dibuat khusus di Indonesia, yaitu hasil kerjasama antara PT General Electric Lokomotif Indonesia dan Industri Kereta Api Madiun (INKA). Lokomotif ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu CC204 produksi pertama yg bentuknya seperti CC201,dan CC204 produksi kedua yang bentuknya seperti CC203.

Courtesy: http://rezamuzay.blogspot.com/2011/01/19-macam-lokomotif-kereta-yang-ada-di.html

Sabtu, 13 Oktober 2012

My video

http://www.youtube.com/user/fikriazmiarif?feature=results_main

Tokyo Rapid 1000

foto: ane

Sejarah rangkaian

Awalnya KRL ini dibangun dan mulai dioperasikan pada tahun 1960-an sebagai Tokyo Metro (dahulu Eidan Subway) seri 5000 hingga akhirnya pada tahun 1995, beberapa rangkaian dari seri 5000 mengalami modifikasi menjadi Tōyō Rapid seri 1000. Perubahan secara fisik yang diterapkan pada rangkaian seri 5000 yang diubah menjadi seri 1000 ini diantaranya adalah bentuk muka yang dibuat lebih rata (konstruksi baja anti karat yang tidak memiliki bentuk gelombang pada sisi bawah muka KRL) serta kaca pada pintu otomatis di sisi kiri-kanan kereta dibuat lebih besar, sehingga penumpang dapat memandang ke luar dari dalam kereta dengan lebih leluasa jika penumpang berada di dekat pintu.
Semasa di Jepang, KRL ini dijalankan di jalur Tōyō Rapid Railway dan sering melayani perjalanan antar-jalur di jalur Tokyo Metro Tozai serta jalur Japan Railway East (JR East) Chuo-Sobu, dimana layanan di jalur Chuo-Sobu pada koridor Nakano - Mitaka yang diberikan adalah layanan lokal saja, sedangkan layanan pada jalur Tōyō Rapid Railway yang diberikan adalah layanan lokal, Rapid (setara dengan layanan ekspres di Indonesia), Commuter Rapid (layanan ekspres khusus komuter) dan Tōyō Rapid (layanan ekspres khusus yang melayani jalur Tozai dan jalur Tōyō Rapid dalam sekali perjalanan).
Karena KRL ini adalah modifikasi dari Tokyo Metro seri 5000, maka Tōyō Rapid seri 1000 dipensiunkan pada tahun 2006, bersamaan dengan dihentikannya operasional dari Tokyo Metro 5000. 3 rangkaian yang masih utuh (1061F, 1081F dan 1091F) diboyong ke Indonesia, dan dengan demikian tidak ada set dari Tōyō Rapid seri 1000 yang tersisa di Jepang.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Penggunaan di Indonesia

Indonesia merupakan satu-satunya pengguna kereta ini di luar Jepang, dimana pada awalnya masing-masing rangkaian akan dioperasikan dengan sepuluh kereta per setnya, namun hanya dioperasikan dengan formasi delapan kereta per set akibat terbatasnya panjang peron dan kurangnya daya listrik pada jalur elektrifikasi di Jabodetabek. KRL ini awalnya dioperasikan untuk layanan kelas Ekonomi AC tujuan Bogor, Bekasi, dan Depok. Setelah penyeragaman layanan KRL (dimana layanan Ekspres dihapuskan dan layanan Commuter Line yang pada dasarnya sama seperti Ekonomi AC dijadikan layanan standar untuk KRL di Jabodetabek), KRL ini melayani perjalanan Commuter Line dengan tujuan Bogor atau Bekasi.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rangkaian

  • 1061F
  • 1081F
  • 1091F

Rincian rangkaian

  1. 1060F: 1061-1062-1063-1064-1065-1066-1069-1060 (1066 dan 1069 bertukar tempat dengan 1067 dan 1068, warna biru-kuning dengan corak batik)
  2. 1080F: 1081-1082-1083-1084-1085-1086-1089-1080 (1086 dan 1089 bertukar tempat dengan 1087 dan 1088, warna biru-kuning dengan selubung warna merah)
  3. 1090F: 1091-1092-1093-1094-1095-1096-1099-1090 (1096 dan 1099 bertukar tempat dengan 1097 dan 1098, warna biru-kuning dengan selubung warna merah)
 Sumber informasi: wikipedia

Sabtu, 06 Oktober 2012

Tokyo Metro 7000

 Sumber: flickr.com

Tokyo Metro 07 merupakan rangkaian kereta api rel listrik (KRL) yang pada awalnya berpangkal di dipo Shin-kiba dan beroperasi di jalur Tokyo Metro Yurakucho serta melakukan perjalanan terusan/thru service ke jalur Seibu Ikebukuro dan Tobu Tojo, yang mana empat set dari keseluruhan rangkaian KRL ini (07-103F hingga 07-106F) sejak Juli 2006 hingga Maret 2007 secara bertahap diperbantukan ke jalur Tozai untuk menggantikan Tokyo Metro 5000 yang habis masa pakainya, dan dua set pertama yang tersisa (07-101F dan 07-102F) pada bulan Oktober 2007 dialihkan ke jalur Tozai menyusul keempat set lainnya.

Kini, semua KRL jenis ini beroperasi di jalur Tozai dengan thru-service ke jalur Toyo Rapid dan JR Chuo-Sobu, yang berpangkal di dipo Fukagawa.

Desain KRL ini menyerupai KRL Tokyo Metro 06 dengan 4 pintu di setiap sisinya dan satu pintu pada sisi muka untuk memenuhi standar keselamatan kereta bawah tanah. Sistem penggerak yang digunakan adalah VVVF-IGBT yang dilengkapi dengan inverter statis (SIV).

Dalam operasinya, KRL jenis ini melayani rute perjalanan sebagai berikut:
  • Tokyo Metro Yurakucho: stasiun Shin-kiba hingga stasiun Ayase
  • Tokyo Metro Tozai: stasiun Nishi-funabashi hingga stasiun Nakano
  • Seibu Ikebukuro: stasiun Ikebukuro hingga stasiun Hanno
  • Toyo Rapid: stasiun Nishi-funabashi hingga stasiun Toyo-katsutadai
  • Tobu Tojo: stasiun Shinrin-koen hingga stasiun Wakoshi
  • JR Chuo-Sobu: stasiun Nakano hingga stasiun Mitaka


KRL ini diproduksi oleh Kawasaki Heavy Industries dan Nippon Sharyo dengan spesifikasi sebagai berikut:

1. Formasi/編成 : 10 kereta/10両編成

2. Percepatan/起動加速度 : 3,3 km/h/s

3. Kecepatan operasional/営業最高 速度 :
- Jalur Tozai-Toyo Rapid/東西線・東葉高速線: 100 km/h
- Jalur Chuo-Sobu/中央・総武緩行線: 95 km/h
- Jalur Yurakucho/有楽町線: 80 km/h

4. Kecepatan maksimum/設計最高速度 : 110 km/h

5. Perlambatan/減速度 :
- 3,5 km/h/s (biasa/常用最大)
- 5,0 km/h/s (darurat/非常)

6. Kapasitas per kereta/車両定員 :
- Ujung/先頭車: 138 orang/人 (46 tempat duduk/座席)
- Tengah/中間車: 152 orang/人 (54 tempat duduk/座席) -
- Tengah berongga/車いすスペース付中間車: 153 orang/人 (52 tempat duduk/座席)

7. Kapasitas rangkaian/編成定員 : 1.494 orang/人 (+/- 520 tempat duduk/座席)

8. Panjang kereta/全長 :
- Ujung/先頭車: 20.070 mm (20,07 m)
- Tengah/中間車: 20.000 mm (20 m)

9. Lebar kereta/全幅 : 2.800 mm (2,8 m)

10. Tinggi kereta/全高 :
- Kereta ujung kendali (CT)/制御車・付随車: 4.092 mm
- Kereta tengah/中間電動車: 4.140 mm

11. Massa per kereta/車両質量 : 21,8 - 32,4 ton

12. Massa total rangkaian/編成質量 : 271,1 ton

13. Lebar rel/軌間 : 1.067 mm

14. Mode kelistrikan/電気方式 : 1.500 V DC sistem aliran atas (1.500 V 直流、架空電車線方式)

15. Keluaran daya/編成出力 : 3.280 kW

16. Gear ratio/歯車比 : 109:14 (7,79)

17. Pengendali/制御装置 : VVVF-IGBT Inverter Control/IGBT-VVVFインバータ制御

18. Drive unit/駆動装置 : Gardan paralel WN/WN平行カルダン

19. Bogie/台車 : SS-035, SS-135 monolink bolsterless/モノリンク式ボルスタレス台車

20. Sistem pengereman/ブレーキ方式 : ATC dengan pengereman elektrik regeneratif /ATC連動電気 指令式空気ブレーキ  

21. Sistem keamanan/保安装置 : Digital CS-ATC, JR East ATS-P, Toyo Rapid WS-ATC

22. Pabrik/製造工場:
- Kawasaki Heavy Industries/川崎重工業
- Nippon Sharyo/日本車輌

23. Tahun pembuatan/製造年 : 1993 (Heisei 5/平成5年)

Stamformasi rangkaian Tokyo Metro 07 secara umum sama dengan stamformasi Tokyo Metro 06, yaitu:

KuHa 07-1xx (CT1) - MoHa 07-2xx (M1) - SaHa 07-3xx (T) - MoHa 07-4xx (M2) - SaHa 07-5xx (Tc1) - SaHa 07-6xx (Tc2) - MoHa 07-7xx (M3) - SaHa 07-8xx (T) - MoHa 07-9xx (M1) - KuHa 07-0xx (CT2)

dengan formasi 4M6T dan xx adalah angka dari 01 hingga 06, yang mana keseluruhan kereta bermotor traksi memiliki pantograf berjenis kubus (diamond-shape).

Untuk pengoperasian di jalur Tozai, kereta 07-3xx dipertukarkan posisinya dengan 07-8xx dan dicat dengan warna khas jalur Tozai yaitu gabungan biru muda dengan biru yang dipisahkan dengan warna putih di tengah.

Rangkaian seri ini juga memiliki kereta khusus bagi penumpang wanita (disebut dengan josei 'senyou sharyou/女性専用車両) yang terletak di kereta paling belakang atau kereta ke-10 (07-0xx).

Keterangan:

CT = kereta tanpa motor traksi penggerak dengan kabin masinis
M1 = kereta tengah dengan motor traksi penggerak dan pantograf, dilengkapi dengan kompresor udara dan baterai
M2 = kereta tengah dengan motor traksi penggerak dan pantograf, dilengkapi dengan baterai
M3 = kereta tengah dengan motor traksi penggerak dan pantograf, dilengkapi dengan kompresor udara
T = kereta tengah tanpa motor traksi penggerak
Tc = kereta tengah tanpa motor traksi penggerak dengan kabin masinis darurat
4M6T = rangkaian dengan 4 kereta bermotor traksi dan 6 kereta tanpa motor traksi

Sumber: http://www.gm-marka.web.id/index.php?topic=618.0

Selasa, 02 Oktober 2012

JR East 103 & 203

Sumber: flickr.com

KRL JR 103 merupakan KRL tertua yang dimiliki Jepang (pada saat itu) pertama kali dibuat pada tahun 1965. Beberapa kali JR 103 mengalami perubahan secara fisik. Indonesia membeli kereta ini untuk melayani beberapa rute Jabotabek. Mulanya digunakan untuk layanan Bojonggede Ekspres dan Depok Ekspres. Namun, akibat bertambahnya penumpang, KRL ini pun diganti dengan unit Tōkyū yang memiliki 8 gerbong, KRL ini pun kini difungsikan di rute Tangerang yang jumlah penumpangnya tidak terlalu banyak. Selain itu, KRL ini berada di bawah alokasi depo Depok, dan dioperasikan untuk layanan Ekonomi AC Depok. KRL ini masing-masing rangkaiannya terdiri dari 4 gerbong (1 set), dan menjadi salah satu rangkaian KRL dengan AC terdingin di Jabodetabek. Namun saat ini 1 rangkaian terdiri dari 2 set KRL sehingga 1 rangkaian terdapat 8 gerbong.

Rangkaian

Unit yang masuk ke Indonesia sebanyak 4 set, masing-masing dengan 4 gerbong. Rincian:
  • 103-815F (103-815,103-752,102-2009,103-822)
  • 103-105F (103-105,102-231,103-246,103-359)
  • 103-597F (103-597,103-654,102-810,103-632)
  • 103-153F (103-153,102-321,103-210,103-384)
Namun, itu semua tergantung daripada PT KCJ, susunan rangkaian dapat saja berbeda.

Sumber: wikipedia.com
_______________________________________________________________________________________________

 sumber: charleskkb.blogspot.com

JR East 203 series (203系) adalah jenis KRL yang diperkenalkan tahun 1982 oleh Japanese National Railways dan lalu dioperasikan oleh East Japan Railway Company di Jalur Joban dan terusannya yaitu Jalur Tokyo Metro Chiyoda. KRL ini tidak beroperasi di jalur Odakyu karena ketidakcocokan sistem keamanan.
Pada akhir Juli 2011, sebanyak 5 set JR 203 (MaTo 51, 52, 66, 68, 69) dikirim ke Indonesia dan 4 set (MaTo 53, 54, 55, 67) ke Filipina melalui pelabuhan Niigata. KRL ini dihibahkan oleh JR East karena sudah tidak dioperasikan lagi.

Di Indonesia, KRL ini hanya dioperasikan sepanjang 8 kereta per set karena tidak memadainya panjang peron dengan cara melepas kereta 5 dan 6. Rincian rangkaiannya adalah sebagai berikut:


















Untuk rangkaian yang tiba di Filipina, Philippine National Railways berencana akan menjalankan KRL ini dengan ditarik oleh lokomotif mengingat belum tersedianya jaringan listrik aliran atas pada lintas Tutuban-Bicol tempat di mana KRL ini akan dioperasikan.

Rincian Rangkaian yang Tiba di Indonesia

  1. MaTo 51/203-51F: 202-1 - 202-3 - 203-3 - 203-2 - 203-1 - 202-1 - 203-1 - 203-1 (202-2 dan 203-2 dilepas)
  2. MaTo 52/203-52F: 202-2 - 202-6 - 203-6 - 203-4 - 203-3 - 202-4 - 203-4 - 203-2 (202-5 dan 203-5 dilepas)
  3. MaTo 66/203-66F: 202-106 - 202-118 - 203-118 - 203-112 - 203-111 - 202-116 - 203-116 - 203-106 (202-117 dan 203-117 dilepas)
  4. MaTo 68/203-68F: 202-108 - 202-124 - 203-124 - 203-116 - 203-115 - 202-122 - 203-122 - 203-108 (202-123 dan 203-123 dilepas)
  5. MaTo 69/203-69F: 202-109 - 202-127 - 203-127 - 203-118 - 203-117 - 202-125 - 203-125 - 203-109 (202-126 dan 203-126 dilepas)

Rincian Rangkaian yang Tiba di Filipina

  1. MaTo 53/203-53F: 202-3 - 202-9 - 203-9 - 202-6 - 203-8 - 203-8 - 203-5 - 202-7 - 203-7 - 203-3
  2. MaTo 54/203-54F: 202-4 - 202-12 - 203-12 - 202-8 - 203-11 - 203-11 - 203-7 - 202-10 - 203-10 - 203-4
  3. MaTo 55/203-55F: 202-5 - 202-15 - 203-15 - 203-10 - 202-14 - 203-14 - 203-9 - 202-13 - 203-13 - 203-5
  4. MaTo 67/203-67F: 202-107 - 202-121 - 203-121 - 203-114 - 202-120 - 203-120 - 203-113 - 202-119 - 203-119 - 203-107


Tokyo Metro 05

 
 Sumber: Semboyan35.com


 Tokyo Metro seri 05 adalah unit listrik ganda yang beroperasi di Metro Line Tōzai Tokyo di Jepang. TM 05 dibuat pada tahun 1988-2004 (total 43 set10-mobil kereta api) sehingga mereka memiliki sejumlah varian. Set 05-125 seterusnya memiliki ujung depan yang didesain ulang dan disebut seri05NPara master controller mencakup sistem deadman dimana rem diterapkan jika masinis melepaskan master controller. 


JALUR DI JEPANG YANG MENGGUNAKAN TM 05


  • Tozai Line
  • Toyo Rapid Line (Jalur Cepat Toyo) antara Stasiun Nishi-Funabashi dan Stasiun Toyo-Katsutadai.
  • JR Line antara Stasiun Nakano dan Stasiun Mitaka.
  • JR Line antara Stasiun Nishi-Funabashi dan Stasiun Tsudanuma (hanya pagi hari kerja dan malam hari).
SPESIFIKASI TM 05

05-101 to 113F05-114F05-115 to 118F05-119 to 124F05-125 to 133F05-134 to 139F05-140 to 143F / All sets of 2000 series
Maximum speed110 km/h120 km/h
Acceleration3.3 km/h/s3.0 km/h/s3.3 km/h/s
Deceleration3.5 km/h/s (emergency 5.0 km/h/s)
Front end styleRectangular lights, no skirtRound lights, skirt
HeadlightsSealed beamHID
Destination indicationRoller blind3-color LED
LED displays inside car8 per car4 per car
Control systemChopperGTO-VVVFChopperIGBT-VVVF
MT ratio5M5T4M6T5M5T4M6T5M5T
Motor output (per motor)160 kW200 kW160 kW205 kW165 kW
Train power output3,200 kW3,280 kW3,300 kW
Gear ratio5.73 (86:15)7.79 (109:14)5.73 (86:15)7.79 (109:14)6.21 (87:14)
Pantographlozenge x5lozenge x4lozenge x5lozenge x4single arm x5Notesingle arm x3
Door width1.3 m1.8 m1.3 m
Driver's cabDual handleSingle handle
Seat configuration(intermediate cars)3-7-7-7-32-6-6-6-24-6-7-6-43-7-7-7-3




Sumber: http://kiddrockryan.blogspot.com/2011/07/tokyo-metro-05-series-tm-05.html