Thursday, 23 January 2014

JR East seri 205



JR East 205 series (JR東日本205系電車) adalah jenis KRL yang diperkenalkan tahun 1985 oleh Japanese National Railways(国鉄, 日本国有鉄道) dan pasca privatisasi KRL seri ini dioperasikan oleh East Japan Railway Company dan West Japan Railway Company. KRL ini beroperasi di berbagai jalur yang ada di Jepang.
Pada bulan November 2013, sebanyak 50 dari 180 unit KRL seri 205 pesanan PT. Kereta Api Commuter Jabodetabek telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta yang dikirim melalui pelabuhan Niigata. Rencananya KRL ini akan dioperasikan di jalur komuter Jabodetabek untuk menambah jumlah perjalanan, dan menggantikan unit-unit KRL yang memiliki masalah dalam pendinginan ruangan. KRL yang tiba di Indonesia adalah tipe 205-0 yang dulunya pernah beroperasi di jalur Saikyō dan memiliki unit kereta dengan 6 pintu pada setiap sisinya, selain unit kereta standar dengan 4 pintu pada setiap sisinya.

Susunan Rangkaian

Rangkaian JR 205-0 disusun dengan formasi asli (10 kereta per set) sebagai berikut.
Nomor12345678910
PenomoranKuHa 204SaHa 204SaHa 204MoHa 204MoHa 205MoHa 204MoHa 205MoHa 204MoHa 205KuHa 205
KodefikasiTC2TN2TN1M2M1M2M1M2M1TC1
Di Indonesia, KRL ini akan dioperasikan seperti halnya di lintas Saikyō, yaitu 10 unit kereta per set setelah usainya proyek pemanjangan peron yang dikerjakan secara bertahap.
Unit TN2 dan TN1 adalah unit-unit yang memiliki 6 pintu di setiap sisinya dan ruang yang lebih luas untuk penumpang berdiri, sedangkan unit kereta 5, 7 dan 9 adalah kereta berpantograf jenis PS-21.

Rincian Rangkaian yang Tiba di Indonesia

Rangkaian dengan 6 pintu:
  1. HaE 1/204-89F: KuHa 204-89 - SaHa 204-2 - SaHa 204-1 - MoHa 204-239 - MoHa 205-239 - MoHa 204-238 - MoHa 205-238 - MoHa 204-237 - MoHa 205-237 - KuHa 205-89
  2. HaE 7/204-95F: KuHa 204-95 - SaHa 204-39 - SaHa 204-38 - MoHa 204-257 - MoHa 205-257 - MoHa 204-256 - MoHa 205-256 - MoHa 204-255 - MoHa 205-255 - KuHa 205-95
  3. HaE 11/204-99F: KuHa 204-99 - SaHa 204-21 - SaHa 204-20 - MoHa 204-269 - MoHa 205-269 - MoHa 204-268 - MoHa 205-268 - MoHa 204-267 - MoHa 205-267 - KuHa 205-99
  4. HaE 13/204-121F: KuHa 204-121 - SaHa 204-27 - SaHa 204-26 - MoHa 204-331 - MoHa 205-331 - MoHa 204-330 - MoHa 205-330 - MoHa 204-329 - MoHa 205-329 - KuHa 205-121
  5. HaE 14/204-122F: KuHa 204-122 - SaHa 204-29 - SaHa 204-28 - MoHa 204-334 - MoHa 205-334 - MoHa 204-333 - MoHa 205-333 - MoHa 204-332 - MoHa 205-332 - KuHa 205-122
  6. HaE 15/204-123F: KuHa 204-123 - SaHa 204-46 - SaHa 204-8 - MoHa 204-337 - MoHa 205-337 - MoHa 204-336 - MoHa 205-336 - MoHa 204-335 - MoHa 205-335 - KuHa 205-123
  7. HaE 23/204-142F: KuHa 204-142 - SaHa 204-40 - SaHa 204-12 - MoHa 204-385 - MoHa 205-385 - MoHa 204-384 - MoHa 205-384 - MoHa 204-383 - MoHa 205-383 - KuHa 205-142
  8. HaE 24/204-143F: KuHa 204-143 - SaHa 204-47 - SaHa 204-41 - MoHa 204-388 - MoHa 205-388 - MoHa 204-387 - MoHa 205-387 - MoHa 204-386 - MoHa 205-386 - KuHa 205-143
  9. HaE 25/204-144F: KuHa 204-144 - SaHa 204-49 - SaHa 204-13 - MoHa 204-391 - MoHa 205-391 - MoHa 204-390 - MoHa 205-390 - MoHa 204-389 - MoHa 205-389 - KuHa 205-144
  10. HaE 31/204-17F: KuHa 204-17 - SaHa 204-23 - SaHa 204-22 - MoHa 204-51 - MoHa 205-51 - MoHa 204-50 - MoHa 205-50 - MoHa 204-49 - MoHa 205-49 - KuHa 205-17
Rangkaian tanpa 6 pintu (formasi serupa dengan JR East seri 203):
  1. HaE 26/204-137F: KuHa 204-137 - MoHa 204-372 - MoHa 205-372 - SaHa 205-149 - MoHa 205-371 - MoHa 204-371 - SaHa 205-148 - MoHa 204-370 - MoHa 205-370 - KuHa 205-137

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/JR_East_seri_205
Sumber Foto: punya saya sendiri
SuS

Thursday, 22 August 2013

Salah kaprah tentang MEGAPIXELs

Jenis perbedaan megapixel pd suatu kamera hanya menunjukkan perbedaan ukuran max photo.Bukan kualitas photo.Jadi bukan berarti 10 megapixel memberikan hasil lebih baik dr 2 megapixel.Entah kebiasaan penjual & pembeli.atau memang sudah mendarah daging di benak kita semua. 
tiap kali orang bertransaksi gadget yg berhubungan dengan camdig,(kebanyakan HP).Orang selalu mengedepankan besar kecilnya megapixel suatu hp.Padahal setau ku,megapixel itu hanya menentukan keemampuan maksimal ukuran dr hasil gambar.Atau kemampuan cetak maksimal suatu hasil gambar dr kamera tsb.Contohnya kamera VGA: maksimal ukuran cetak ya 640 x 360;kamera1,3 megapixel: maksimal klo gk slah 1280 x 800.Memang sih kebanyakan kamera dengan megapixel tinggi juga mengusung kualitas lensa kamera yg bagus.namun untuk beberapa hp (china kbanyakan).disini terlihat jelas bahwa megapixel tinggi gk mnjamin hasil kamera bagus.Karena hanya mengutamakan ukuran hasil gbr yg besar.atau bahkan sebagai strategi penjual saja. 
Padahal bagus tidaknya hasil camera adalah optik lens dr camera tersebut.contohnya bberapa merk lensa yg terkenal yg di aplikasi pada HP:carl zeis, vario tesar dll... 
nah jd jangan salah persepsi.bahwa megapixel suatu kamera it hanya menunjukkan ukuran hasil maksimal 
suatu gambar / objek yg dipotret. 
otomatis semakin besar megapixel dlm setingan hasil kamera kita. 
otomatis lebih besar ukuran file'nya. tentu juga lebih berat utk buka filenya. 
jadi disesuaikan aja gan dng kebutuhan. 
misal, walopun kita punya HP dng cam 7,2 Mpix, tp potho yg akan kita jepret cma brtujuan mo buat wallpaper hp,ya mending setingan kamera kita buat 1Mpix aja / Vga. 

jadi lucu juga klo orang beli hp mahal, cr megapixel tinggi dng tjuan mo buat photo2 doank. 
(kecuali klo memang ad keinginan lain sperti koneksi internet, lagu, dll). 

namun ini cuma review aq aja tentang 
inti dr tulisan megapixel pada HP kamera. 

CMIIW.

Sunday, 4 August 2013

My Youtube Video

KA Argo Parahyangan ditarik CC 206 13 21

Silahkan lihat video saya yang lain di link dibawah ini:
http://www.youtube.com/fikriazmi1996

Saturday, 27 July 2013

Antara Kereta vs Gerobak (Gerbong)

Kenapa sampai saat ini masih banyak orang yang sering salah persepsi terhadap penyebutan antara Kereta dan / atau Gerbong ? Padahal dua kata tersebut mempunyai makna yang sangat berbeda. Bagi yang mengerti secara fisik dari perbedaannya, maka dari foto rangkaian Kereta Api di atas seharusnya sudah dapat ditebak bahwa pada rangkaian tersebut masing-masing urutannya dari depan terdiri dari 1 Lokomotif, 1 Kereta (kelas ekonomi / K3) dan 2 Gerobak (GGW warna biru dan GGW warna abu-abu).

Boleh jadi kita cukup familiar dan sering sekali membaca / mendengar dengan kalimat berikut :

Lok CC204xx menarik 8 K1 -- KA xxx tujuan xxx, atau
Lok CC201xx menarik 9 K3 dan 1 KMP, -- KA xxx tujuan xxx

Lha koq bukan,
Lok CC204xx menarik 8 GP1 -- KA xxx tujuan xxx, atau
Lok CC201xx menarik 9 GP3 dan 1 GMP -- KA xxx tujuan xxx

Jawabnya mudah, karena yang ditarik itu Kereta bukan Gerbong Penumpang / Gerobak Penumpang.

Kalau kita mau menjadi Railfan yang baik ataupun ahli dalam perkereta-apian, dan mengikuti aturan main yang berlaku, maka primbonnya ya ada di dalam REGLEMEN KA. Di R19 BAB 1 hal 15 sampai dengan 34, dengan jelas telah di definisikan semua istilah yg dipakai di perkereta-apian Indonesia ( PT. KA ).

Berikut contoh isinya;

hal 19 : "KERETA" ialah kendaraan yg seluruhnya atau sebagiannya dipergunakan untuk mengangkut PENUMPANG, BEGASI dan KIRIMAN POS"

hal 20 : "GEROBAK" ialah kendaraan yg KHUSUS dipergunakan untuk mengangkut barang dan binatang.

Yang menjadi masalah adalah dimunculkannya istilah baru yaitu "GERBONG", nah disinilah timbul polemik yg buang-buang waktu, engkel-engkelan dan tidak menyelesaikan masalah (sering kali malah bikin emosi kalau mau di-benarkan).

Orang-orang pada umumnya tidak mengerti dalam membedakan mana “kereta”, mana “gerobak”, yang tau adalah “kereta” dengan “gerbong” itu sama saja padahal tidak. Bukan hanya orang yang awam dengan dunia kereta api, namun para wartawan-pun (baik cetak maupun elektronik) dalam memaparkan berita di seputar perkeretaapian, sering salah dalam menulis atau menyebutnya.
Misal:
"Kecelakaan KA menyebabkan beberapa GERBONG nya terguling" , ........... lho Gerbong apa ???? Gak jelas ???
Lebih mudah (per definisi) me-refer dan memakai kata KERETA, atau kata GEROBAK (itupun kalau mau).

Bahkan yang lebih parah lagi adalah orang yang sehari-hari kerjanya sudah jelas berhubungan dengan kereta api, alias para pegawai PT. KA (Persero). Kesalahan dalam menyebut ( kereta / gerbong / gerobak ) itu selalu saja terjadi. Entah apakah memang sudah merupakan suatu warisan yang turun-temurun terucap, sehingga sangat sulit untuk merubah kebiasannya. Atau memang tidak mengerti ? Atau tidak peduli ? (hanya ybs yang bisa menjawabnya).

Jadi kesimpulannya kalau masih TETAP MAU NGEYEL pakai kata-kata GERBONG, harus diciptakan istilah baru :
GERBONG PENUMPANG = Kereta
GERBONG BARANG = Gerobak

Kereta, dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan Coach or Carriage, dalam bahasa Belanda disebut dengan Rijtuig.

Gerobak, dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan Wagon, dalam bahasa Belanda disebut dengan Wagen.

Kereta dan / atau Gerobak yang telah tersusun atau digandengkan lengkap dengan lokomotif, dan telah terpasang Semboyan 21, artinya sudah menjadi Kereta Api (Train). Bukan “Kereta” atau “Gerobak” lagi.

Jadi, semua pengertiannya terpulang kepada diri kita masing-masing, mau menurut dan konsekuen dengan acuan baku ini atau tetap mau ngeyel terus-terusan. Silahkan saja…



Untuk lebih jelasnya bisa dilihat beberapa foto yang terdapat di bawah ini :

Foto disamping memperlihatkan suatu contoh Kereta, dengan kategori kelas bisnis (K2). Karena Kereta merupakan angkutan yang biasa membawa penumpang, maka tak pelak lagi perawatan rutin harus lebih sering dilakukan karena ini berkaitan dengan keselamatan manusia sepanjang perjalanan.





Kereta yang mengangkut penumpang tertentu yang ingin lebih eksklusif dalam perjalannya 
disebut kereta wisata. “Nusantara” adalah salah satu contoh dari kereta wisata yang ada selain “Bali” dan “Toraja” yang rutin berdinas sesuai pesanan hingga saat ini.






Sementara untuk gerobak pada umumnya tidak terlalu banyak membutuhkan perawatan, karena hanya berisi barang saja. Foto disamping adalah contoh Gerobak dengan kode YW yang dulunya biasa berdinas mengangkut pasir kwarsa. Namun sampai di Jakarta sekarang lebih banyak digunakan untuk mengangkut sampah (walaupun yang kayak begini bisa laku juga untuk mengangkut orang). Mungkin saat ini Gerobak tersebut sudah habis dirucat.



Khusus untuk Kereta Api di Cepu yang dimiliki oleh Perhutani, Gerobak yang biasa dipakai untuk mengangkut kayu jati, kini derajatnya naik menjadi “kereta wisata”. Kalau Kereta Api ini sedang berdinas mengantarkan wisatawan, dapat dipastikan bahwa penumpangnya lebih memilih naik di Gerobak seperti kambing daripada di Kereta :D :D





Dengan menggunakan lokomotif, maka suatu kereta dan / atau gerobak bisa ditarik atau didorong. Berikut contoh-contohnya :

Lokomotif membawa Kereta K1.











Lokomotif membawa Gerobak Ketel.











Lokomotif membawa Lokomotif.











Lomotif membawa rongsokan kaleng kerupuk yang siap dirucat.











Demikian sedikit pencerahan mengenai Kereta dan Gerobak. Semoga bermanfaat bagi yang membacanya. Jika ada kesalahan kata-kata mohon dimaafkan & silahkan dikoreksi.


Terimakasih




Special thanks to ST


http://rel-keretaapi.blogspot.com/2010/04/antara-kereta-vs-gerobak-gerbong.html

Wednesday, 24 July 2013

Perjalanan perdana KA Krakatau

Kereta api Krakatau Ekspress persiapan melintas langsung stasiun Kemayoran

Tuesday, 16 July 2013

PT Kereta Api Buka Rute Madiun-Merak

TEMPO.COBandung - PT Kereta Api Indonesia akan membuka layanan kereta baru untuk rute Madiun-Merak mulai 24 Juli 2013 nanti. 

“Namanya KA Krakatau (Ekspres). Berangkat dari Madiun kita rencanakan pagi, masuk Merak dinihari. Berangkat dari Merak juga demikian, pagi jam 5, masuk Madiun jam 9 (malam),” kata VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia, Sugeng Priyono, Selasa, 16 Juli 2013.

Menurut dia, baru kali ini PT Kereta Api membuka layanan kereta yang melintasi rute Madiun langsung menuju Merak. Biasanya, para penumpang kereta dari arah Jawa berganti kereta jika hendak menuju Merak. “Dulu tidak ada yang langsung,” kata Sugeng. “Ini rute baru, kereta api baru, rangkaiannya juga baru.”

Sugeng mengatakan, pihaknya berharap akses langsung dari Jawa Timur dan Jawa Tengah menuju Merak itu bisa menjadi alternatif warga. “Kita tahu sekarang ini, jalan raya walaupun lewat tol ke Merak, demikian crowded. Kita tidak bisa tentukan berapa jam sampai Merak karena sangat fluktuatif, bergantung cuaca dan kepadatan kendaraan keluar-masuk Merak,” kata dia.

Rute Madiun-Merak itu akan dilayani oleh dua rangkaian kereta. Tiap rangkaian kereta menarik delapan gerbong penumpang. Sugeng mengatakan, dalam sehari melayani rute itu, KA Krakatau Ekspres bisa mengangkut hingga 1.216 penumpang. “Ini kereta khusus penumpang,” kata dia.

Soal tarif, Sugeng mengatakan, pihaknya masih dibicarakan bersama Kementerian Perhubungan, terutama terkait apakah penumpang kereta ini dapat jatah subsidi PSO (public service obligation) atau tidak. Kalau tarif dihitung tanpa subsidi, sekitar Rp 185 ribu per penumpang. “Kalau komersial, tarifnya kita yang tentukan. Kalau ekonomi, tarif yang menentukan pemerintah,” kata dia.

Sugeng mengatakan, kereta baru itu sengaja dibuka sepekan sebelum masa angkutan Lebaran. PT Kereta Api memproyeksikan kereta baru ini sebagai kereta tambahan untuk membantu mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa angkutan Lebaran.

Tuesday, 18 June 2013

Jakarta Monorail


Monorail Jakarta adalah sistem Mass Transit berbentuk kereta rel tunggal (monorail) yang sedang dalam tahap pembangunan di Jakarta. Beroperasi di area-area paling strategis di Jakarta, monorail akan terbagi menjadi dua jalur: Green Line (Casablanca-Rasuna Said) dan Blue Line (Kampung Melayu-Tanah Abang). Secara profesional, Jakarta Monorail bertujuan untuk menghadirkan monorail sebagai layanan transportasi umum yang aman, nyaman, efisien, sekaligus ramah lingkungan bagi warga Jakarta.
Pendiri Kami
Ketiga juru kunci dibalik Jakarta Monorail telah bekerja di sektor publik di Indonesia sejak tahun 1975, dengan portofolio khususnya di sektor transportasi. Di antaranya adalah jalan tol dalam kota, Triple Decker Project untuk koridor Selatan-Utara Jakarta, serta proyek mega struktur internasional.
Ir. Ruslan Diwirjo, Presiden Direktur dan pendiri Jakarta Monorail, sekarang menjabat sebagai Presiden Direktur PT. Indonesia Transit Central. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Presiden Komisaris PT. Jasa Marga, Sekjen Departemen Pekerjaan Umum dan beberapa posisi pemerintahan lainnya. Ir. Sukmawaty Syukur adalah Direktur dan pendiri Jakarta Monorail. Sarjana S2 dari Universitas Wisconsin, Amerika Serikat ini sekarang menjabat sebagai Direktur PT. Indonesia Transit Central dan PT. Global Profex Synergy. Dr. Gordon Steward Crighton  adalah Direktur Proyek Jakarta Monorail dengan pengalaman lebih dari 40 tahun mengerjakan proyek-proyek besar internasional, di antaranya Taiwan High Speed Rail Project, Hong Kong Airport Railwaydan Terowongan Prancis-Inggris.

Prinsip Kerja Kami

Dengan layanan profesional, Jakarta Monorail bertujuan untuk memberikan transportasi umum bagi warga Jakarta yang aman, nyaman dan efisien, sekaligus ramah lingkungan.

Layanan Kami

Jakarta Monorail akan beroperasi di area-area paling strategis di Jakarta, sebagai alternatif transportasi umum agar warga Jakarta dapat mencapai tujuannya tepat waktu. Rute Jakarta Monorail akan terbagi menjadi dua, yaitu Green Line, yang akan mengoperasikan 10 gerbong kereta dan Blue Line yang memiliki 18 gerbong kereta.

Sumber: http://jakartamonorail.com/tentang