Tuesday, 22 January 2013

Tafsir Surah Yunus ayat 101

تفسير سورة يونس
TAFSIR SURAT YUNUS AYAT 101
قل انظروا ماذا فى السموات والارض
101. Katakanlah: "Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi.
Penafsiran (الاضح)
قل  (qul) berasal dari akar kata (قل يقل قولا قل), kata qul adalah kata perintah (fi’il amar) yang secara harfiyah dipahami “katakanlah”. Kata qul secara tekstual diperintahkan kepada Nabi Muhammad saw, tetapi dalam konteks ditujukan kepada seluruh manusia, dalam istilah bahasa arab disebut “mukhathab ghair mu’ayan”.
أنظروا (unzuru) bentuk jama’ dari unzur (أنظر) yang secara harifah bermakna lihat, perhatikan, renungkan. Kata unzur termasuk kata perintah (fi’il amar) yang besal dari akar kata (ينظرأنظرنظر). Adapun kata al-samawat (السموات) bentuk jama’ dari al-samaa (السماء) yang dalam kamus bahasa arab diartikan; langit, awan, hujan. الارض (ardu/i) dipahami sebagai bumi, sesuatu yang di bawah.
Dengan memperhatikan kosaka kata di atas, dapat dipahami, kita dianjurkan untuk membaca, merenungkan seluruh ayat Allah yang tercipta. Yakni memperhatikan, atau meneliti apa yang ada di atas, dan apa yang di bumi dan perut bumi.
Ayat ini menyadarkan kita pada firman Allah yang termaktub pada surat al-Baqarah ayat 31;
zوعلّم ءادم الأسماء كلها
31. dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya,
Jika diperhatikan ayat di atas, terutama pada kata al’lama(N¯=tæ) menggunakan syidah atau menggunakan fi’il mudhoaf. Dalam bahasa arab jika menggunakan syidah mengandung isyarat adanya kerja keras atau kerjaan dukali. Dengan demikian dapat dipahami bahwa Allah memberikan ilmu kepada Nabi adam lewat sebuah proses, boleh juga dikatakan Allah memberikan masalah kepada Nabi Adam, lantas Nabi ada diberikan kemampuan oleh Allah dapat mengatasinya. Proses mengatasi masalah disebut ilmu.
Dalam kajian filsafat ada yang sebut dengan pengetahuan dan ada juga yang disebut ilmu. Perbedaannya ilmu didapat secara proses atau pengetahuan yang tersusun secara rasional dan sistimatis. Adapun pengetahuan didapat secara praktis. Boleh juga ilmu merupakan kumpulan dari pengerahuan. Sesuai dengan namanya ilmu, yang sebelum menjadi kata ilmu () harus mengalami proses alima, ya’lamu, ilman(علم يعلم علما) masa lalu, masa sekarang, hasil, yakni ilmu.
Kembali pada persoalan pokok, yakni ayat tersebut di atas (surat yunus ayat 101), tentang manusia dianjurkan untuk memperhatikan alam sekitar (langit, dan bumi). Dengan memperhatikan alam sekitar melahirkan berbagai disiplin ilmu. Dengan memperhatikan bintang melahirkan ilmu astronomi, memperhatikan angin melahirkan ilmu komunikasi, telpon, dan lain sebagainnya. Memperhatikan bumi melahirkan ilmu bumi (geografi). Memperhatikan yang hidup di bumi, seperti manusia melahirkan ilmu kedokteran, psikologi, psikotrapi, dan banyak ilmu-ilmu yang lainnya.       
Ayat di atas juga dapat meng-ispirasi kita, bahwa tidak ada dikotomi ilmu, semua ilmu milik Allah, baik sain, filafat, atau mistis.